
Belajar sejarah tidak harus selalu dilakukan di dalam ruang kelas dengan papan tulis dan buku teks. Sesekali, dinding-dinding bersejarah perlu disentuh secara langsung agar maknanya meresap ke dalam jiwa. Itulah semangat yang diusung dalam kegiatan Outing Class kelas 4, 5, dan 6 bertajuk “Building Nationalism At Vredeburg Museum Yogyakarta”.
Pembelajaran di luar ruangan (Outing Class) memegang peranan krusial dalam perkembangan siswa. Melalui metode ini, siswa diajak untuk mengalami langsung, menghilangkan kejenuhan pelajaran di kelas, dan melatih kemandirian & sosial.
Kegiatan dimulai sejak pagi hari di halaman sekolah. Seluruh siswa berkumpul dengan antusias, mengawali langkah dengan doa bersama agar perjalanan diberikan kelancaran.
Sesampainya di Benteng Vredeburg, siswa disambut oleh tour guide yang memandu mereka menyelami masa lalu. Fokus utama kunjungan adalah mengeksplorasi 4 Diorama ikonik. Di sini, siswa tidak hanya menonton, tetapi aktif mengamati dan mencatat.
Keempat diorama tersebut menyajikan perjalanan panjang bangsa, mulai dari masa perjuangan Pangeran Diponegoro hingga masa kedaulatan NKRI. Selain itu, mereka juga mengunjungi Perpustakaan Benteng untuk memperdalam data sejarah melalui koleksi literatur yang tersedia. Kegiatan ini melatih kemampuan literasi dan analisis siswa sejak dini.
Siang harinya, seluruh rombongan melakukan jeda sejenak untuk sholat dan makan siang bersama. Momen ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk mempraktikkan adab di tempat umum dan mempererat tali persaudaraan antar kelas.
Keseruan berlanjut di Taman Pintar. Di sini, anak-anak fokus bermain setelah seharian mempelajari sejarah.
Sebagai penutup, rombongan mengabadikan momen di Titik Nol Kilometer. Di tengah hiruk-pikuk kota, para siswa berfoto bersama sebagai simbol kebersamaan. Perjalanan ini membuktikan bahwa pendidikan yang paling membekas adalah pendidikan yang melibatkan hati, langkah kaki, dan pengalaman nyata.
Dengan outing class ini, siswa kelas 4, 5, dan 6 pulang tidak hanya membawa cerita, tapi juga semangat nasionalisme yang lebih membara.
Kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam bagi siswa.
“Seru banget belajar di museum dibanding cuma baca buku di kelas! Aku jadi bisa lihat langsung gambaran perang dan perjuangan pahlawan di diorama,” kata Nara, kelas 4.
”Outing class ini menyenangkan. Kita nggak cuma dengerin penjelasan guru, tapi bisa observasi langsung bareng teman sambil jalan-jalan,” kata Syakira kelas 5.
